Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencananya untuk mengerahkan pasukan dari “beberapa” negara Eropa ke Ukraina, jika tercapai kesepakatan damai yang berkelanjutan. Inisiatif ini diumumkan setelah pertemuan sekitar 30 pemimpin Eropa dan NATO di Paris pada Kamis, 27 Maret 2023.
Rincian Rencana
-
Pasukan Penjamin Keamanan: Pasukan dari beberapa negara Eropa direncanakan akan dikerahkan ke Ukraina.
-
Kunjungan Pejabat Pertahanan: Pejabat pertahanan dari Inggris dan Prancis akan mengunjungi Ukraina untuk menilai kebutuhan pasukan keamanan atau yang disebut sebagai ‘reassurance force’.
Penegasan Macron
-
Tidak di Garis Depan: Macron menegaskan bahwa pasukan yang dikerahkan tidak akan berada di garis depan, bukan sebagai pasukan penjaga perdamaian, dan tidak menggantikan tentara Ukraina.
-
Tujuan Utama: Mencegah agresi lebih lanjut dari Rusia.
Partisipasi dan Penolakan
-
Tidak Semua Negara Eropa Berpartisipasi: Ada negara yang tidak memiliki kapasitas atau menolak berpartisipasi karena konteks politik.
-
Kekhawatiran Terhadap Rusia: Langkah ini merupakan respons terhadap kekhawatiran bahwa Rusia dapat meningkatkan agresi terhadap Ukraina.
Perkembangan Terkini
- Perjanjian Meredakan Ketegangan: Perjanjian awal antara Ukraina dan Rusia untuk meredakan ketegangan di Laut Hitam mulai goyah setelah Rusia mengharapkan pencabutan sanksi Barat, yang tidak disebutkan dalam pengumuman AS.
Posisi Negara-Negara Eropa
-
Minat Berpartisipasi: Selain Inggris dan Prancis, negara-negara Nordik dan Baltik menyatakan minat, sementara Jerman dan negara selatan seperti Italia dan Spanyol masih dalam kajian.
-
Tidak Ada Partisipasi AS: Amerika Serikat tidak akan ikut serta dalam misi ini, dan pendapat tentang perlunya dukungan AS atau mandat PBB bervariasi.
Pesan dan Komitmen
- Kesiapan Eropa: Macron dan pemimpin lainnya menegaskan kesiapan Eropa untuk bertindak sendiri dan bekerja menuju kesepakatan damai, sambil tetap berharap dukungan aktif dari Amerika Serikat.
Skenario Pasca-Konflik
- Perencanaan Pasca-Konflik: Eropa aktif merencanakan skenario pasca-konflik, meskipun skeptis terhadap komitmen Rusia untuk berdamai.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Eropa untuk terlibat dalam proses perdamaian dan memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina, sekaligus menyatakan komitmen terhadap negosiasi internasional di tengah ketegangan regional.